liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Penjual pernak-pernik Imlek di Glodok

Begini Asal-usul Perayaan Imlek

1 minute, 50 seconds Read

Minggu, 22 Januari 2023 – 18:11 WIB

Gaya Hidup VIVA – Tahun Baru Imlek atau Imlek tahun ini akan dirayakan pada hari Minggu tanggal 22 Januari 2023. Pada festival ini, setiap orang yang merayakan datang mengunjungi vihara untuk mendoakan kebaikan dirinya dan keluarganya di tahun yang baru.

Lantas bagaimana sejarah peristiwa Imlek? Menurut History.com, festival Imlek ini didasarkan pada penanggalan Imlek Tiongkok yang dimulai pada abad ke-14 SM pada masa Dinasti Shang. Berbeda dengan penanggalan Barat, penanggalan Tionghoa ini akan diatur ulang setiap kali dipimpin oleh seorang kaisar. Karena sering diatur waktunya menurut fase bulan dan titik balik matahari, permulaan Tahun Baru Imlek bervariasi dari tahun ke tahun. Gulir ke yang berikutnya.

Rata-rata, Tahun Baru Imlek dimulai dengan datangnya bulan baru yang terjadi antara akhir Januari hingga akhir Februari. Dan perayaan ini berlangsung hingga Festival Lentera, yaitu saat bulan purnama tiba. Ini bisa memakan waktu sekitar 15 hari, yang memberi setiap orang banyak waktu untuk perayaan.

Perayaan Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang.

Foto: VIVA/Teguh Jokow Sutrisno

Yang juga menarik perhatian pada perayaan ini adalah penggunaan amplop merah berisi uang untuk dibagikan pada perayaan Imlek. Asal usul tradisi ini juga berbeda-beda. Menurut University of California, Irvine, salah satu sumber yang populer adalah legenda seorang yatim piatu, pada masa Dinasti Sung. Dia pernah memenangkan pertempuran melawan iblis besar yang meneror desa Chain-Chieu.

Sebagai hadiah, para tetua desa memberi bocah itu sebuah amplop merah berisi uang. Apapun alasannya, amplop merah adalah bagian dari Tahun Baru Imlek hingga saat ini.

Selain itu, yang juga menjadi tradisi saat perayaan imlek adalah adanya petasan. Penulis ShaoLan Hsueh membagikan kisah di balik legenda ini di Ted.com. Berdasarkan cerita, saat itu ada seorang bidadari yang menyamar sebagai orang tua, menyelamatkan sebuah kota dari monster mengerikan dengan cara melemparkan batang bambu ke dalam api unggun. Ledakan yang dihasilkan oleh bambu membuat takut monster itu. Dari sanalah petasan dinyalakan selama Tahun Baru Imlek untuk mengusir roh jahat pada suatu waktu.

Halaman selanjutnya

Saat merayakan tahun baru juga erat kaitannya dengan berbagai jenis makanan. Dua di antaranya adalah pangsit dan Nian Gao (kue bola basket). Tradisi ini dimulai di Cina utara. Berbentuk seperti bulan sabit atau bola, pangsit dianggap menyerupai uang Tiongkok kuno dan membawa keberuntungan bagi rumah seseorang, menurut NPR.

Similar Posts