liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Ilustrasi kuantum.

Apakah Alam Semesta Kuantum Benar-benar Ada?

1 minute, 7 seconds Read

Kamis, 5 Januari 2023 – 10:55 WIB

VIVA Techno – Dalam beberapa interpretasi mekanika kuantum seperti interpretasi Banyak-Dunia dan teori Gelombang Pionir, alam semesta dapat dijelaskan dengan persamaan raksasa tunggal yang dikenal sebagai fungsi gelombang kuantum.

Setiap kali proses kuantum (subatomik) terjadi di manapun di alam semesta, fungsi gelombang ini terbagi menjadi dua, yang berarti alam semesta paralel selalu tercipta.

Tetapi interpretasi ini tidak pernah terbukti benar, dan memiliki beberapa kelemahan utama yang mencegahnya diterima secara luas.

Mekanika kuantum adalah kerangka fisik yang menggambarkan perilaku partikel kecil. Salah satu kekhasan teori ini adalah tidak ada yang tahu pasti apa hasilnya sampai mereka melihatnya.

Misalnya, interpretasi kanonik teori fisika mengatakan bahwa elektron ada di banyak keadaan sekaligus. Kemudian seseorang melakukan pengukuran, di mana elektron mengambil salah satu dari keadaan tersebut.

Mekanika kuantum memberi kita alat untuk membuat prediksi tentang persamaan Schrodinger. Persamaan ini mendefinisikan sesuatu yang disebut fungsi gelombang untuk setiap partikel dan menjelaskan bagaimana fungsi gelombang berkembang dari waktu ke waktu.

Dalam konsep standar mekanika kuantum, fungsi gelombang adalah awan probabilitas yang menjelaskan di mana ada peluang untuk melihat sebuah partikel ketika seseorang mencarinya. Fungsi gelombang memiliki nilai yang tinggi memiliki probabilitas yang kuat dan dengan nilai yang rendah juga memiliki probabilitas yang kecil.

Halaman selanjutnya

Namun, gambaran standar ini menjadi bermasalah ketika para ilmuwan benar-benar melakukan pengukuran. Ketika mereka tidak melihat fungsi gelombang berkembang dengan sendirinya, menurut persamaan Schrodinger.

Similar Posts